Jumat, 16 November 2012

AKUNTANSI BIAYA DAN PENGERTIAN BIAYA

AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN

Akuntansi biaya merupakan bagian dari dua tipe akuntansi: akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Oleh karena itu, sebelum mengetahui akuntansi biaya, perlu kita ketahui lebih dulu perbedaan karakteristik dua tipe pokok akuntansi tersebut.


Akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen memiliki dua kesamaan. Yang pertama, kedua tipe akuntansi tersebut merupakan sistem pengolah informasi yang menghasilkan produk berupa laporan keuangan. Kesamaan lainya adalah kedua tipe akuntansi tersebut berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk pengambilan keputusan. Pengambil keputusan memerlukan informasi untuk pemilihan alternatif yang dihadapinya, diantaranya adalah informasi keuangan. Informasi keuangan ini dihasilkan oleh akuntansi. Namun karena berbagai pengambil keputusan melakukan berbagai macam pengambilan keputusan yang berbeda, maka informasi keuangan yang diperlukan pun berbeda pula, sehingga diperlukan tipe akuntansi yang berbeda pula untuk memenuhi kebutuhan pengambil keputusan tersebut. Tugas akuntan adalah menyediakan informasi keuangan yang relevan dan andal guna memenuhi berbagai keperluan yang berbeda.

Perbedaan pokok antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen terletak pada:


  • Pemakai laporan akuntansi dan tujuan mereka.
  • Lingkup informasi.
  • Fokus informasi.
  • Rentang waktu.
  • Kriteria bagi informasi akuntansi.
  • Disiplin sumber.
  • Isi laporan.
  • Sifat informasi.

AKUNTANSI BIAYA ADALAH BAGIAN DARI AKUNTANSI KEUANGAN DAN AKUNTANSI MANAJEMEN

Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya, pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terjadapnya. Objek kegiatan akbi adalah biaya.


Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian, serta penafsiran informasi biaya adalah tergantung untuk siapa proses tersebut ditujukan. Proses akuntansi biaya ditujukan guna memenuhi kebutuhan pemakai luar perusahaan. Dalam hal ini proses akuntansi biaya harus memperhatikan karakteristik akuntansi keuangan. Dengan demikian akuntansi biaya dapat merupakan bagian dari akuntansi keuangan.

Proses akuntansi biaya dapat ditujukan pula untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam perusahaan. Dalam hal ini akbi harus memperhatikan karakteristik akuntansi manajemen. Dengan demikian akuntansi biaya merupakan bagian dari akuntansi manajemen.
Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok:
  • Penentuan kos produk.
  • Pengendalian biaya.
  • Pengambilan keputusan khusus.
Untuk memenuhi tujuan penentuan kos produk, akuntansi biaya mencatat, menggolongkan, dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa. Biaya yang dikumpulkan dan disajikan adalah biaya yang telah terjadi dimasa lalu atau biaya historis. Umumnya akuntansi biaya untuk penentuan kos produk ini ditujukan guna memenuhi kebutuhan pihak luar perusahaan. Oleh karena itu, untuk melayani pihak luar tersebut, akuntansi biaya untuk penentuan kos produk tunduk pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. Disamping itu, penentuan kos produk juga ditujukan untukmemenuhi kebutuhan manajemen. Penentuan kos produk untuk memenuhi kebutuhan tersenut dilayani oleh akuntansi manajemen yang tidak selalu terikat dengan prinsip akuntansi yang lazim.

Pengendalian biaya harus didahului dengan penentuan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk. Jika biaya yang seharusnya ini telah ditetapkan, akuntansi biaya bertugas ntuk memantau apakah pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai dengan biaya yang seharusnya tersebut. Akuntansi biaya kemudian melakukan analisis terhadap penyimpangan biaya yang sesungguhnay dengan biaya yang seharusnya dan menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih tersebut. Dari analisis penyimpangan dan penyebabnya tersebut manajemen akan dapat mempertimbangkan tindakan koreksi, jika hal itu diperlukan.

Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa yang akan datang. Oleh karena itu informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus selalu berhubungan dengan informasi yang akan datang. Akuntansi biaya untuk pengambilan keputusan khusus menyajikan biaya masa yang akan datang (future cost). Informasi biaya ini tidak dicatat dalam catatan akuntansi biaya, melainkan hasil dari suatu proses peramalan. Karena keputusan khusus merupakan sebagian besar kegiatan manajemen perusahaan, laporan akuntansi biaya untuk memenuhi tujuan pengambilan keputusan adalah bagian dari akuntansi manajemen. Untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam pengambilan keputusan, akuntansi biaya mengembangkan berbagai konsep informasi biaya untuk pengambilan keputusan seperti: biaya kesempatan, biaya hipotetis, biaya tambahan, biaya terhindarkan, dan pendapatan yang hilang.


BIAYA


Biaya adalah objek yang dicatat, digolongkan, diringkas, dan disajikan oleh akuntansi biaya. Dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Dalam akuntansi, istilah biaya dipertegas dengan membedakan antara pengertian biaya (cost) dengan biaya sebagai beban (expense)


Biaya (cost) merupakan pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva. Sedangkan bebban (expense) merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang ditujukan untuk memperoleh pendapatan. Pengorbanan sumber ekonomi yang diperuntukan memperoleh aktiva akan dicatat sebagai cost aktiva (harga pokok aktiva). Sedangkan pengorbanan sumber ekonomi yang termasuk beban akan ditandingkan (matched) dengan pendapatan pada saat periode terjadinya biaya, untuk menentukan laba. Istilah "biaya" atau "cost" sering pula diganti dengan "harga pokok" atau "harga perolehan" dengan arti yang sama.



Sumber: 



  1. Akuntansi Biaya-MULYADI (UGM)
  2. Akuntansi Biaya Penentuan harga pokok dan pengendalian-DALJONO (UNDIP)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar